Situs Pendidikan Bahasa Indonesia

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

BAB 4: INDAHNYA BERPUISI


Indahnya Berpuisi
Assalamualaikum W.Wb. Selamat datang diblog Pendidikan bahasa Indonesia, kali  ini kami berbagi materi bahasa Indonesia kelas VIII pada bab VI, selamat membaca.

   Menemukan Unsur-unsur Pembentuk Puisi 

Pengertian Puisi

Puisi merupakan suatu bentuk dalam karya sastra yang berasal dari hasil suatu perasaan yang di ungkapankan oleh penyair dengan bahasa yang menggunakan irama, rima, matra, bait dan penyusunan lirik yang berisi makna.

Sebuah puisi lazimnya mementingkan akan bunyi, bentuk serta makna yang tercantum untuk disampaikan. keelokan pada puisi menjadi nilai estetika yang begitu indah

 Unsur-unsur Puisi

Perhatikan teks berikut!
Hujan Bulan Juni
oleh Sapardi Djoko Damono



tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

Teks tersebut disebut puisi. Puisi yaitu teks atau karangan yang mengungkapikiran dan perasaan dengan mengutamakan keindahan kata-kata. Puisi mengungkapkan berbagai hal. Kerinduan, kegelisahan, atau pengagungan kepada sang Khalik yang kamu ungkapkan dalam bahasa indah. Hanya saja kamu jarangmenyadarinya bahwa itu adalah puisi.Jika hendak mengagungkan keindahan alam, kamu dapat menggunakanpilihan kata yang khas. Kata-kata itu kamu pilih sehingga dapat mewakili danmemancarkan keindahan alam yang kamu kagumi itu.
Perhatikan pula cuplikan teks berikut!
Berdiri aku di tepi pantai
Memandang lepas ke tengah laut
Ombak pulang memecah berderai
Ke ribaan pasir rindu berpaut
Cuplikan tersebut diambil dari puisi "Laut" karya Amal Hamzah. Jika dibaca,
cuplikan puisi itu melukiskan keindahan laut dengan ombaknya yang memecah
pantai. Keindahan seperti itu dapat pula kamu rasakan apabila kamu berdiri di
tepi pantai. Kamu akan melihat ombak bergulung-gulung memecah tepi pantai,
bukan? Pasir-pasir di tepi pantai itu laksana merindukan deburan ombak. Pasir-
pasirnya tampak seperti berpegangan untuk kembali ke laut.
Perhatikan contoh lainnya!
Hanyut aku Tuhanku
Dalam lautan kasih-Mu
Tuhan, bawalah aku
Meninggi ke langit ruhani.
Larik-larik itu diambil dari puisi yang berjudul ”Tuhan” karya Bahrum
Rangkuti. Puisi tersebut merupakan ekspresi kerinduan dan kegelisahan
penyair untuk bertemu dengan sang Khalik. Kerinduan dan kegelisahannya
itu diungkapkan kata hanyut, kasih, meninggi, dan langit ruhani. Kata-kata itu
menunjukkan dalamnya cinta penyair kepada Tuhan.
Perhatikan kembali teks pusi ”Hujan Bulan Juni”. Sebagaimana teks lainnya,teks memiliki unsur-unsur sebagai berikut.
a. Majas dan Irama
Berbeda dengan teks eksposisi, berita, ataupun teks lain yang telah kamu
pelajari puisi merupakan teks yang mengutamakan majas dan mengutamakan
irama.
1) Majas (figurative language) adalah bahasa kias yang dipergunakan untuk
menciptakan kesan tertentu bagi penyimak atau pembacanya. Untuk
menimbulkan kesan-kesan tersebut, bahasa yang dipergunakan berupa
perbandingan, pertentangan, perulangan, dan perumpamaan.
2) Irama (musikalitas) adalah alunan bunyi yang teratur dan berulang-ulang.
Irama berfungsi untuk memberi jiwa pada kata-kata dalam sebuah puisi yang
pada akhirnya dapat membangkitkan emosi tertentu seperti sedih, kecewa,
marah, rindu, dan bahagia.

Perhatikan, misalnya, puisi ”Hujan Bulan Juni”.
a) Terdapat dua majas yang dominan dalam puisi itu.
(1) Majas personifikasi, adalah majas yang membandingkan benda-
benda tidak bernyawa seolah-olah memiliki sifat seperti manusia.
Dalam puisi itu yang dibandingkan adalah hujan. Hujan memiliki
sikap tabah, bijak, dan arif. Sifat-sifat itu biasanya dimiliki oleh
manusia.
(2) Majas paralelisme, adalah majas perulangan yang tersusun dalam
baris yang berbeda. Kata yang mengalami perulangan dalam puis
itu adalah tak ada yang lebih. Kata-kata itu berulang pada setiap
baitnya.
b) Irama puisi itu harus diekspresikan dengan lembut sebagai perwujudan
dari rasa kagum dan simpati. Hal itu tampak pada kata-kata pujian yang
ditujukan pada ”Hujan Bulan Juni” yang bersikap tabah, bijak, dan arif.
b. Penggunaan Kata-kata Konotasi
Kata konotasi adalah kata yang bermakna tidak sebenarnya. Kata itu telah
mengalami penambahan-penambahan, baik itu berdasarkan pengalaman, kesan,
maupun imajinasi, dan perasaan penyair.
Perhatikan kembali puisi ”Hujan Bulan Juni”. Kata-kata yang bermakna
konotasi dalam puisi tersebut sebagai berikut.

Kata
Makna
Dasar
Tambahan
1. Hujan
2. Rintik
3. Pohon berbunga
4. Jejak-jejak kaki
5. Jalan
6. Diserap
7. Akar
Air yang turun dari langit
Titik percik air
Pohon yang memiliki bunga
Tapak
Tempat untuk melintas
Masuk ke dalam liang kecil
Bagian terbawah dari pohon
Perbuatan baik
Sesuatu yang kecil, tetapi
banyak
Kehidupan yang baik, yang
menjanjikan
Pengalaman hidup
Alur kehidupan
Dimanfaatkan
Awal kehidupan
 Jenis-jenis Puisi
Pada halaman sebelumnya kamu telah mendalami beberapa isi puisi, bukan?
Dengan mendalami isinya, kamu dapat mengetahui pula bahwa puisi itu
ternyata bermacam-macam. Berdasarkan cara penyair mengungkapkan isi atau
gagasannya, memang puisi dapat dibagi ke dalam beberapa jenis, yakni puisi
naratif, puisi lirik, dan puisi deskriptif.
a. Puisi Naratif
Puisi naratif mengungkapkan cerita atau penjelasan penyair. Puisi ini terbagi
ke dalam beberapa macam, yaitu balada dan romansa.
Balada adalah puisi yang berisi cerita tentang orang-orang perkasa ataupun
tokoh pujaan. Contohnya Balada Orang-orang Tercinta dan Blues untuk Bonnie
karya WS Rendra.
Romansa adalah jenis puisi cerita yang menggunakan bahasa romantik yang
berisi kisah percintaan, yang diselingi perkelahian dan petualangan. Rendra
juga banyak menulis romansa. Kirdjomuljo menulis romansa yang berisi kisahpetualangan dengan judul ”Romance Perjalanan”. Kisah cinta ini dapat juga
berarti cinta tanah kelahiran seperti puisi-puisi Ramadhan K.H.
b. Puisi Lirik.
Jenis puisi ini terbagi ke dalam beberapa macam, misalnya elegi, ode, dan
serenada.
Elegi adalah puisi yang mengungkapkan perasaan duka. Misalnya "Elegi
Jakarta" karya Asrul Sani yang mengungkapkan perasaan duka penyair di Kota
Jakarta.
Serenada ialah sajak percintaan yang dapat dinyanyikan. Kata "serenada"
berarti nyanyian yang tepat dinyanyikan pada waktu senja. Rendra banyak
menciptakan serenada dalam Empat Kumpulan Sajak. Misalnya "Serenada
Hitam", "Serenada Biru", "Serenada Merah Jambu", "Serenada Ungu", "Serenada
Kelabu", dan sebagainya. Warna-warna di belakang serenade itu melambangkan
sifat nyanyian cinta itu, ada yang bahagia, sedih, dan kecewa.
Ode adalah puisi yang berisi pujaan terhadap seseorang, sesuatu hal, atau
sesuatu keadaan. Yang banyak ditulis ialah pemujaan terhadap tokoh-tokoh yang
dikagumi. "Teratai" (karya Sanusi Pane), "Diponegoro" (karya Chairil Anwar),
dan "Ode buat Proklamator" (karya Leon Agusta) merupakan contoh ode yang
bagus.
c. Puisi Deskriptif
Dalam jenis puisi ini, penyair bertindak sebagai pemberi kesan terhadap
keadaan/peristiwa, benda, atau suasana yang dipandang menarik perhatiannya.
Puisi yang termasuk ke dalam jenis puisi deskriptif, misaInya satire dan puisi
yang bersifat kritik sosial.
1) Satire adalah puisi yang mengungkapkan perasaan tidak puas penyair
terhadap suatu keadaan, namun dengan cara menyindir atau menyatakan
keadaan sebaliknya.
2) Puisi kritik sosial adalah puisi yang juga menyatakan ketidaksenangan
penyair terhadap keadaan atau terhadap diri seseorang, namun dengan cara
membeberkan kepincangan atau ketidakberesan keadaan/ orang tersebut.
Kesan penyair juga dapat kita hayati dalam puisi-puisi impresionistik yang
mengungkapkan kesan (impresi) penyair terhadap suatu hal.

Jendela Sastra
Makna Denotasi dan Konotasi
Pembagian kedua jenis makna itu didasarkan ada dan tidaknya penambahan
pada makna dasar suatu kata berdasarkan pikiran, kesan, atau tanggapan
pembicara atau penulisnya.
a. Makna denotasi adalah makna yang tidak mengalami perubahan apapun
dari makna asalnya.
b. Makna konotasi adalah makna yang telah mengalami penambahan atau
pergeseran dari makna asalnya. Ada tidaknya makna konotasi pada suatu
kata dapat diketahui setelah kata itu digunakan dalam kalimat.
Perhatikan tabel berikut!

Jenis Makna
Contoh Kata
Makna
denotasi
1. ibu guru
2. ibunya Amir
1. perempuan yang
pekerjaannya
mengajar.
2. perempuan yang
melahirkan Amir
konotasi
3. ibu kota
4. ibu jari
3. pusat pemerintahan
4. jari yang paling
besar, jempol
Cara membacaPuisi yang baik
 a. Perhatikanlah judul puisi.
b. Lihatlah kata-kata yang dominan.
c.Pahami makna-makna konotatif yang ada dalam puisi itu.
d. Tangkaplah ide pokok penyair yang ada dalam puisi dengan
memparafrasakannya.
e.Temukanlah pertalian makna tiap unit puisi (kata demi kata, frasa demi
frasa, larik demi larik, dan bait demi bait).
Setelah itu, barulah kamu membacakan puisi itu dengan memperhatikan
kualitas suara (vokalisasi) dan gerak mimik. Aspek suara berkenaan dan cara
mengucapkan kata-kata dalam puisi itu, yaitu lafal, tekanan, dan intonasi.
Adapun gerak mimik digunakan untuk menunjukkan ekspresi atas
penghayatan dari puisi yang dibacakan. Dalam hal ini kualitas suara dan gerak
mimik harus sesuai dengan makna puisi yang telah kamu selami sebelumnya.
a. Ekspresi
Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan ekspresi seba
gai pengungkapan
atau proses menyatakan, memperlihatkan, atau menyatakan maksud, gagasan,
atau perasaan. Ekspresi dapat pula diartikan sebagai pandangan air muka yang
memperlihatkan perasaan seseorang. Dengan demikian, ketika membacakan
puisi, kamu harus dapat mengungkapkan maksud, gagasan, atau perasaan suatu
puisi melalui air muka secara tepat, entah itu berupa kegembiraan, antusias,
harapan, dan semangat.
b. Lafal
Lafal berarti ucapan seseorang pada huruf ataupun kata. Dalam membacakan
puisi, huruf ataupun kata-katanya harus dilafalkan dengan jelas. Jangan sampai
tertukar dengan huruf ataupun kata-kata yang lainnya.
Misalnya, kata jalang tidak tertukar dengan jelang, kata tetap tidak sampai
terdengar tatap, kata luka tidak terdengar lusa. Pasangan-pasangan kata itu
memiliki makna yang berbeda.
c. Tekanan
Tekanan berarti kuat lemahnya cara pengucapan kata atau kalimat. Tekanan
berfungsi untuk menegaskan bagian kata yang satu dengan kata yang lainnya.
Perhatikan cuplikan puisi berikut!
Kalau sampai waktuku
Kumau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu-sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Kata-kata yang bercetak tebal merupakan kata yang perlu mendapat
penekanan kuat. Maksud dari kata-kata itu lebih jelas. Kata-kata itu lebih
memperoleh penegasan daripada kata yang lain.
d. Intonasi
Intonasi adalah naik turunnya lagu kalimat. Perbedaan intonasi menyebabkan
peredaan maksud suatu kalimat. Terdapat bermacam-macam intonasi, yakni
intonasi berita, tanya, perintah, dan seru.
Perhatikan kalimat-kalimat berikut. Kemudian, bacalah dengan intonasi
yang benar.
1) Saya membaca puisi.
2) Saya membaca puisi?
3) Saya membaca puisi!
Ketiga kalimat itu memiliki maksud atau fungsi yang berbeda, bukan?
Perbedaan itu disebabkan oleh faktor intonasi. Oleh karena itu, intonasi memiliki
pengaruh berbeda pada maksud suatu kalimat. Kamu harus benar di dalam
penggunaannya. Pendengar pun bisa memahami suatu kata atau kalimat dengan
jelas.

Demikian post kali ini, semoga bermanfaat.









Share:


Teks Eksposisi dalam Media Massa

Assalamua'alaikum Wr. Wb
Selamat datang di blog Pendidikan Bahasa Indonesia, pada kesempatan ini kami berbagi materi bahasa Indonesia tentang Teks Eksposisi dalam Media Massa

 Gagasan dan Fakta dalam Teks Eksposisi 
 Teks eksposisi adalah teks yang berisi paragraf atau karangan yang di dalamnya terkandung sejumlah pengertian dan informasi yang  disajikan secara singkat, padat, akurat, dan tentunya mudah untuk dipahami. Bentuk teks eksposisi, terutama di dalam media massa, dapat berupa esai, tajuk rencana (editorial), ataupun tanggapan kritis.
Bagian-bagian teks eksposisi dibentuk oleh dua unsur utama, yaitu

Gagasan disebut juga ide ataupun pendapat. Isinya berupa pernyataan yang mungkin berupa komentar, penilaian, saran, dorongan, dan bujukan.
contoh:
1) Jika pemerintah tidak cepat bertindak dalam sepuluh tahun mendatang, hutan Sumatera akan musnah dan diikuti oleh musnahnya hutan Kalimantan.
2) Pengelolaan hutan tidak menunjukkan tanda-tandaperbaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
  
Fakta adalah keadaan, peristiwa yang merupakan kenyataan, sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi. Dalam tes eksposisi, fakta berfungsi untuk memperkuat gagasan sehingga diharapkan lebih meyakinkan khalayak.
Contoh:
1) Selama bulan Januari-oktober, 45% dari keselurauhan titik kebakaran terkonsentrasi di Provinsi Riau.
2) Kemudian pada bulan Oktober terjadi pada kenaikan jumlah titik kebakaran yang cukup signifikan di Provinsi Riau, Sumatera Barat, dan Jambi.

Pola-Pola Pengembangan Teks Eksposisi
Berikut pola yang dapat digunakan di dalam pengembangan teks eksposisi.
a. Pola umum khusus
Ide pokok teksnya ditempatkan pada awal paragraf yang kemudin diikuti oleh ide-ide penjelas. Pola demikian dikenal sebagai paragraf deduktif. Ide-ide penjelasnya merupakan perincian dari ide umum yang dikemukakan sebelumnya.
b. Pola khusus umum
Hal-hal yang berifat khusus diikuti oleh uraian yang bersifat umum. Bagian terakhir dari bagian teks ini berfungsi sebagai simpulan atau rangkuman dari pendapat-pendapat dari yang dikemukakan sebelumnya.
c. Pola ilustrasi
Sebuah gagasan yang terlalu umum memerlukan ilustrasi-ilustrasi konkret. Ilustasi-ilustrasi tersebut berfungsi untuk membuktikan suatu pendapat. dalam hal ini pengalman-pengalaman pribadi merupakan bahan ilustrasi yangpaling efektik dalam meyakinkankebenaran suatu gagasan.
d. Pola perbandingan
Untukmeyakinkan suatupendapat, kamu dapat melakukan suatu perbandigan. Benda-benda, keadaan, atau yang lain dtentukan perbedaan atau kesamaannya berdasrkan aspek tertentu. dengan cara demikian, keyakinan pembaca atas gagasan yang kita sampaikan akan lebih kuat.     

Jenis-Jenis Paragraf Berdasarkan Letak Gagasan Umumnya
Berdasarkan letak gagasan umumnya, paragraf terbagi ke dalam beberapa jenis, sebagai berikut.    
A.    Paragraf Deduktif
Paragraf deduktif adalah paragraf yang letak kalimat utamanya terletak di awal paragraf, gagasan utama itu dinyatakan dalam kalimat utama. Diawali dengan pernyataan umum dan di susul dengan penjelasan umum.

Contoh paragraf deduktif :
            Di Jawa Barat salah satu komoditas unggulannya adalah perkebunan teh. Perkebunan teh banyak terdapat di daerah pegunungan seperti di daerah Ciwidey. Banyak manfaat yang terkandung di dalam teh seperti menyehatkan badan, menghilangkan rasa stress dan dapat pula dijadikan lahan penghasilan.

B.    Paragraf Induktif
Paragraf Induktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak di akhir paragraf.

Contoh paragraf induktif :
            Seiring dengan berkembangnya teknologi, di negara Jepang telah membuat terobosan baru untuk membantu kenyamanan para pasien di rumah sakit dengan membuat sebuah robot kucing. Robot ini bisa menghibur pasien dan pengunjung dengan cara mengambilkan air minum dan membawakan barang-barang yang tidak terlalu berat. Robot ini dapat mengisi energinya dengan cara mencharger dirinya sendiri. Robot tersebut dinamai Cute Catty Robot.

C.    Paragraf Deduktif-Induktif
Paragraf Deduktif-Induktif atau paragraf campuran yaitu paragraf yang kalimat utamanya berada di awal dan di akhir paragraf. Dalam paragraf ini terdapat dua kalimat utama.

Contoh Paragraf Deduktif-Induktif :
            Banyak sekali transportais yang menjamur di Ibukota seperti mobil,motor,kereta api,bus transjajarta,pesawat,kapal laut dll. Tetapi ada salah satu alat transportasi yang melegenda yaitu bajaj. Si orange beroda tiga ini sedang mengalami peremajaan oleh pemkot DKI. Agar tidak menimbulokan polusi udara dan polusi suara, pemkot DKI mengganti bahan bakarnya dengan yang lebih ramah lingkungan yaitu dengan bahan bakar gas.



Tujuan
 Mengabarkan atau memberikan pengertian dengan gaya yang singkat, padat, dan jelas.

Ciri-ciri 

Gaya informasinya perluasan atau mengajak 
Penyampaian teks ya secara lugas, jelas, dengan bahasa baku
Bersifat tidak memihak atau tidak memaksakan kemauan penulis terhadap pembacanya 
Netral, objektif, akurat, dan terpecaya
Menyajikan sebuah fakta yang digunakan sebagai alat kontras an kontribusi 


Struktur Teks Eksposisi
 a.  Tesis, yakni pengenalan isu, masalah ataupun pandangan penulis secara  umum tentang topik yang  kan  dibahasnya.
 b.  Rangkaian argumen, berupa sejumlah  pendapat atau argumen penulis  sebagai  penjelasan atas tesis yang  dikemukakan sebelumnya. Pada bagian  ini dikemukakan pula seolah fakta  yang memperkuat argumen-argumen penulis.
c. Penegasan ulang, sebagai perumusan  kembali secara ringkas. Bagian ini  sering pula disebut penutup atau  simpulan.

Jenis-jenis

Eksposisi Definisi
Eksposisi Proses 
Eksposisi Ilustrasi
Eksposisi Laporan
Eksposisi Perbandingan
Eksposisi Pertentangan

Kaidah Teks Eksposisi

-Menggunakan kata-kata teknis atau peristilahan yang berkenaan dengan topik yang dibahas. 
-Menggunakan kata-kata yang menunjukkan hubungan argumentasi (kausalitas). Misalnya : jika, sebab, karena, dengan demikian, akibatnya, oleh karena itu. Selain itu, dapat pula digunakan kata-kata yang menyatakan hubungan kronologis(keterangan waktu) ataupun kata-kata yang menyatakan perbandingan/pertentangan, seperti : sebelum itu, kemudian, pada akhirnya, sebaliknya, beberapa halnya, namun. 
-Menggunakan kata kerja mental (mental verba), seperti : diharapkan, memprihatinkan, memperkirakan, mengagumkan, menduga, berpendapat, berasumsi, dan menyimpulkan. 
-Menggunakan kata-kata perujukan, seperti : berdasarkan data...., merujuk pada pendapat... 
Menggunakan kata-kata persuasif, seperti : hendaklah, sebaiknya, diharapkan, perlu, harus. Selain itu, teks eksposisi lebih sering menggunakan kata-kata denotatif, yakni kata yang bermakna sebenarnya.

Menyajikan Teks Eksposisi
Langkah-langkah penyajiannya sebagai berikut.
a. Menentukan isu ataupun masalah yang akan dibahas.
b. Membaca berbagai sumber yang berkaitan dengan isu yang dipilih; melakukan sejumlah pengamatan lapangan.
c. Mendaftar topik-topik yang berkaitan dengan isu, berdasrkan hasil-hasil membaca dan langkah-langkah pengamatan.

Kegiatan Penyuntingan
Langkah penyuntingan merupakan langkah pascapenulisan suatu teks. Langkah tersebut bertujuan untuk bertujuan untuk memperoleh tulisan yang lebih baik. Unsur-unsur yang perlu disunting dalam teks eksposisi berkenaan dengan aspekisi, struktur, dan kaidah bahasa.
a. Aspek isi terkait dengan dengan daya tarik isu, kelugasan argumen, dan kelengkapan fakta.
b. Aspek strukturpenyajian terkait dengan kelengkapan dan ketepatan susunan antaragian teks.
c. Aspek kaidah kebahasaan, terkait dengan ketepatan penggunaan kata sesuai dengan karakteristik dari teks eksposisi.    

Demikian post kali ini, semoga bermanfaat. 


Share:

Bab 2: Iklan, Sarana Komunikasi


Menentukan Unsur-Unsur Iklan, Slogan, dan Poster
Selamat datang di blog Pendidikan Bahasa Indonesia, kali ini kami akan membagi materi tentang Iklan, Sarana komunikasi. Untuk itu selamat membaca.
 Pengertian dan Fungsi Iklan, Slogan, dan Poster  
 Iklan secara bahasa adalah parirawara atau promosi  atau pengenalan produk informasi barang dan     jasa.
 Iklan adalah kegiatan memberitahukan atau mengimformasikan  suatu hal, barang atau jasa melalui mediamassa baik online maupun ofline. Media yang digunakan antara  lain:  televisi, radio, koran,  majalah, internet, hp, poster, pamflet, brosur, spanduk dan sebagainya. Pengertian Iklan sering dikatakan sebagai sarana  untuk menawarkan barang atau  jasa kepada khalayak ramai.
Iklan tidak hanya merupakan bagian dari industri berskala besar, tetapi  iklan sering digunakan untuk kepentingan" dibawah ini.
1. Bagi perusahan bisnis komersial untuk menjual barang dan jasa.
2. Bagi dunia perkantoran, untuk  mendapatkan karyawan.
3. Bagi pemerintah, untuk menyebarkan informasi dan  memberikan layanan kepada  masyarakat.
4. Bagi orang perorangan, untuk   membeli dan menjual barang-barang      pribadi.

Slogan
Slogan adalah perkataan atau kalimat pendek yang dipakai sebagai dasar tuntunan (pegangan hidup); prinsip utama dari suatu usaha, organisasi, dan sebagainya. Slogan sering juga disebut moto atau semboyan. Slogan lebih mengutamakan keoadatan makna dan kehematan kata-kata.
        Contoh:
        -Berdiri sama tinggi duduk sama  rendah (slogan tentang perlunya   mengutamakan kesehahteraan antarsesama.)
        -Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh (slogan tentang perlunya  persatuan.)
 
Poster
Poster adalah plakat (kata-kata dan gambar) yang dipajang di tempat-tempat umum. Poster hampir sama dengan iklan, yakni pemberitahuan suatu ide, hal baru, atau hal penting kepada khalayak. Poster lazimnya di tempatkan di tempat-tempat umum. Poster hampir sama dengan iklan maupun slogan dalam hal bahasanya    

Perbedaan Iklan, Slogan, dan Poster
Berdasarkan contoh-contoh sebelumnya tampak perbedaan antara iklan, slogan, dan poster. Berikut perbedaan ketiganya:
 a. Iklan merupakan teks  persuasif yang memadukan  unsur gambar dengan kata-   kata, unsur gerak, dan suara.
 b. Slogan merupakan teks persuasif yang mengutamakan unsur-unsur kata-kata.
   c. Poster merupakan teks persuasif yang mengutamakan kejuatan gambar dan kata-kata; dipajang  di tempat-tempat  umum.

Menyimpulkan informasi dan Pesan dalam Iklan


Unsur-unsur pembentuk Iklan  Beberapa maksud iklan yang dimaksud untuk dipahami lebih lengkap berdasarkan unsur-unsur pembentuknya, yang meliputi:
   a. Sumber adalah pemasang iklan,yang berinisiatif, penyandang dana dari pemasangan suatu iklan.
   b. Pesan adalah informasi yang  disampaikan. Wujudnya bisa  berupa oesan verbal dan  nonverbal.
   c. Media adalah sarana yang  digunakan, misalnya media cetak, elektronik  dan sarana-sarana lainnya.
   d. Penerima adalah individu atau kelompok masyarakat yang  menjadi sasaran atau objek iklan.
   e. Efek adalah perubahan yang  terjadi  pada diri penerima, baik itu  dalam aspek sikap, pola pikir, prilaku, kebiasaan, dan pola hidup.
   f. Umpan balik adalah tanggapan,  reaksi atau responyang dikehendaki  dari penerima pesan, misalnya dengan membeli produk yang ditawarkan dan menolak pemakaian narkoba.

Penyimpulan Maksud Suatu Iklan
Berdasarkan isinya, seperti yang telah dipelajari pada bahasan terdahulu, ada iklan pemberitahuan, iklan layanan masyarakat, dan iklan penawaran. Klasifikasi periklanan lainnya sebagai berikut.
          a.  Iklan strategis, digunakan untuk membangun merek  ataupun cerita positif suatu perusahaan.
        b. Iklan taktis, dirancang untuk  mendorong konsumen agar  segera nelakukan respons  dengab merek tertentu. Pada umumnya iklan ini memberikan penawaran  khusus jangka pendek yang  memacu konsumen yang         memberikan respons pada hari yang sama.
          Iklan tidak hanya bertujuan untuk menawarkan produk. Iklan juga dturut berpengaruh dalam membentuk gaya hidup, kebiasaan, selera, dan jati diri seseorang dan masyarakat. Berikut tujuan atau fungsi iklan lainnya.
      1. Fungsi informasional, iklan memberitahukan kepada                          konsumen tentang karakteristik suatu produk juga sebagai manfaat yang mereka peroleh.
      2. Fungsi transformasional, iklan  berusaha untuk mengubah sikap-            sikap yang dimiliki okeh  konsumen terhadap merek, pola-pola belanja, gaya hidup, teknik-teknik mencapai sukses.

Menelaah Pola,Struktur,dan Kaidah Kebahasaan Iklan
 Setelah mempelajari materi ini,kamu diharapkan mampu :
Menelaah hubungan unsur, pola penyajian, dan kebahasaan teks iklan, slogan, atau poster dari berbagai sumber yang kamu bacadan kamu dengar.

Pola-pola Penyajian Iklan
 Iklan dapat ditentukan dalam berbagai tempat dan sepanjang waktu. Iklan mungkin disajikan secara tertulis, misalnya melalui surat kabar, majalah, internet, ataupun media-media lainnya. Sementara itu,  poster dapat ditemukan dalam bentuk pajangan di tempat-temat umum. Bentuk-bentuk iklan tersebut tentu saja memilili karakteristik masng-masing dalam pola penyajiannya.

a. Iklan Media Cetak
Iklan di media cetak memiliki beberapamacam berdasarkan keluasaan ruang atau space-nya.
1) Ikla Baris adalah iklan yang pemasangannya berupa bari-baris. Teks yang disajikannya sangat terbatas. Tidakada gambar ataupun ilustrasi-ilustrasi dalam iklan ini. Teks pun banyak yang mengalami penyingkatan. Iklanbaris pada umumnya dimanfaatkan oleh perorangan atau perusahaan-perusahaan kecil

Perhatikan contoh berikut.
JUAL RMH SEMI VILLA LS 174 BT 4 BH KOLAM, AIR BAGUS, CCK UNTUK PERISTIRAHATAN HUB.3283799(TP)
DIJUAL TANAH LUAS 150 BT LOKASI OBJEK WISATA SITU GEDE HU. BPK YAYAN TLP 022 3221981

2) Iklan kolom adalah iklan yang dalam pemasangannya media berupa kolom-kolom. Oleh karena itu, bentuknya besar. Disamping menggunakan teks, iklan ini sering pula menyertakan gambar dan berbagai ilustrasi menarik lainnya. Selain itu, dikenal istilah iklan display, yakni iklan memiliki ukuran lebih luas dibandingkan iklan kolom. Iklan display merupakan iklan yang berisi hanya kata-kata dan gambar, foto, ataupun media-media grafis lainnya. Ada pula istilah iklan advertorial, yakni iklan yang sejenis iklan display. Contoh iklan advertorial yaitu iklan berkaitan dengan pelayanan jasa dan kesehatan, pengobatan alternatif, pengenalan perusahaan ataupun produk baru dengan informasi yang lebih kompleks.

b) Iklan Elektronik
Iklan elektronik merupakn iklan berbasis perangkat elektronik, yang mencakup beberapa unsur sebagai berikut.
1. Iklan radio, iklan ini mengandalkan efek suara, baik itu berupa tuturan, musik, maupun bunyi-bunyi.
2. Iklan televisi, iklan ini mengandung unsur suara, gambar, dan gerak.
3. Iklan film, iklan film yang tersaji dalam judul film (produk sinema).  Iklan film biasanya muncul sebelum film utama diputar.

Menurut isinya iklan diklasifikasikan dalam tiga jenis, yakni sebagai berikut
a. Iklan pemberitahuan
Iklan ini lebih terfokus pada kepentingan untuk memberitahu khalayak mengenai suatu hal, baik itu yang berupa peristiwa, keadaan, atau hal lainnya. Iklan jenis ini dipasang oleh perorangan  atau suatu keluarga.  Namun, ada pula yang dipasang oleh perusahaan-perusahaan, misalnya yang berupa pemberitahuan pembubaran perusahaan, rapat pemegang saham.

b. Iklan layanan masyarakat
Iklan ini bertujuan memberikan penerangan atau penjelasan kepada masyarakat. Contohnya, iklan keluarga berencana dan iklan bahaya narkotika. Pengguan oklan ini umumnya pemerintah dan lembaga swadaya masyarakt (LSM).

c. Iklan penawaran
Iklan ini bertujuan untuk menawarkan produk atau jasa.  Iklan penawaran jasa, disebut juga iklan niaga dan iklan lowongan kerja.

Struktur Teks Iklan

Perhatikan kembali iklan-iklan yang tersaji pada pembelajaran sebelumnya. Tampak pada iklan-iklan tersebut bagian-bagian berikut.
a. Pengenalan produk. Bagian ini dapat pula disebut sebagai judul teks.
b. Penyataan persuasif, berisi penytaan yang mendorong pembaca atau pendengar berbuat sesuatu.  Bagian ini biasanya beruoa pernyataan tentang kelebihan produk yang ditawarkan.
Selain itu, dalam iklan sering disajikan pula slogan, gambar-gambar produk, serta nama dan logo perusahaan.
1) Slogan, Misalnya: "Membangun perpustakaan, membangun peradaban utama".
2)  Gambar dan logo perusahaan atau nama produk.  Misalnya: Gambar tumpukan buku.

Menulis Iklan

Langkah-langkah Penulisan
a. Mulailah iklan dengan pernyataan yang menarik perhatian khalayak, yakni berfokus pada kepentingan atau masalah yang mereka hadapi.  Misalnya, jika bermaksud menjual obat (jerawat), gunakanlah pernyatan seperti berikut, "Wajah Anda Berjerawat?"  Jika akan menjual produk pelangsing, pernyataan pendahuluannya bisa seperti berikut, "Anda ingin menurunkan berat badan?"

b. Menawarkan solusi
Misalnya, untuk masalah jerawat, kamu dapat mengajukan kalimat tawaran seperti berikut: "Ramuan 'Jamu Cantik' mengurangi dan melenyapkan jerawat dalam waktu tiga pulih hari dan Anda Kembali tampil Cantik."

c. Menunjukkan bukti
Yang perlu khalayak sesungguhnya adalah bukti. Dalam membuat iklan, tidak boleh sekadar menyampaikan janji-janji.  Agar mereka lebih yakin, tunjukkanlah bukti bahwa soslusi kamu bernar dan sesuai dengan harapan mereka.
Berikut contoh-contohnya.
a. Jerawat Anda akan sembuh dalam 30 hari atau uang kembali. Ada 11.500 orang yang wajahnya kembali putih berseri setelah menggunakan produk kami ini.
b.  Riset memperlihatakan bahwa berat badan orang-orang turun sekitar 13 kg setelah mengguanakan metode ini

Penyuntingan Iklan

Dalam penyuntingan iklan hampir sama dengan kegiatan dalam mengevaluasi. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang pernah kamu ajukan di dalam kegiatan tersebut dapat kembali kamu gunakan, sebagai berikut.
1. Apakah iklan itu berstruktur dengan lengkap?
2. Apakah informasi yang disampaikannya mudah dipahami?
3. Apakah kata-katanya ringkas dan persuasif?
4. Apakah ilustrasinya memikat?
5. Apakah iklan itu sudah sesuai produk yang dijual serta sesuai dengan khalayak sasarannya?

Demikian dan terimakasih, semoga bermanfaat.

Share:

Postingan Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.