Assalamua'alaikum Wr. Wb
Selamat datang di blog Pendidikan Bahasa Indonesia, pada kesempatan ini kami berbagi materi bahasa Indonesia tentang Teks Eksposisi dalam Media Massa
Gagasan dan Fakta dalam Teks Eksposisi
Teks eksposisi adalah teks yang berisi paragraf atau karangan yang di dalamnya terkandung sejumlah pengertian dan informasi yang disajikan secara singkat, padat, akurat, dan tentunya mudah untuk dipahami. Bentuk teks eksposisi, terutama di dalam media massa, dapat berupa esai, tajuk rencana (editorial), ataupun tanggapan kritis.
Bagian-bagian teks eksposisi dibentuk oleh dua unsur utama, yaitu
Gagasan disebut juga ide ataupun pendapat. Isinya berupa pernyataan yang mungkin berupa komentar, penilaian, saran, dorongan, dan bujukan.
contoh:
1) Jika pemerintah tidak cepat bertindak dalam sepuluh tahun mendatang, hutan Sumatera akan musnah dan diikuti oleh musnahnya hutan Kalimantan.
2) Pengelolaan hutan tidak menunjukkan tanda-tandaperbaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
contoh:
1) Jika pemerintah tidak cepat bertindak dalam sepuluh tahun mendatang, hutan Sumatera akan musnah dan diikuti oleh musnahnya hutan Kalimantan.
2) Pengelolaan hutan tidak menunjukkan tanda-tandaperbaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Fakta adalah keadaan, peristiwa yang merupakan kenyataan, sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi. Dalam tes eksposisi, fakta berfungsi untuk memperkuat gagasan sehingga diharapkan lebih meyakinkan khalayak.
Contoh:
1) Selama bulan Januari-oktober, 45% dari keselurauhan titik kebakaran terkonsentrasi di Provinsi Riau.
2) Kemudian pada bulan Oktober terjadi pada kenaikan jumlah titik kebakaran yang cukup signifikan di Provinsi Riau, Sumatera Barat, dan Jambi.
Pola-Pola Pengembangan Teks Eksposisi
Berikut pola yang dapat digunakan di dalam pengembangan teks eksposisi.
a. Pola umum khusus
Ide pokok teksnya ditempatkan pada awal paragraf yang kemudin diikuti oleh ide-ide penjelas. Pola demikian dikenal sebagai paragraf deduktif. Ide-ide penjelasnya merupakan perincian dari ide umum yang dikemukakan sebelumnya.
b. Pola khusus umum
Hal-hal yang berifat khusus diikuti oleh uraian yang bersifat umum. Bagian terakhir dari bagian teks ini berfungsi sebagai simpulan atau rangkuman dari pendapat-pendapat dari yang dikemukakan sebelumnya.
c. Pola ilustrasi
Sebuah gagasan yang terlalu umum memerlukan ilustrasi-ilustrasi konkret. Ilustasi-ilustrasi tersebut berfungsi untuk membuktikan suatu pendapat. dalam hal ini pengalman-pengalaman pribadi merupakan bahan ilustrasi yangpaling efektik dalam meyakinkankebenaran suatu gagasan.
d. Pola perbandingan
Untukmeyakinkan suatupendapat, kamu dapat melakukan suatu perbandigan. Benda-benda, keadaan, atau yang lain dtentukan perbedaan atau kesamaannya berdasrkan aspek tertentu. dengan cara demikian, keyakinan pembaca atas gagasan yang kita sampaikan akan lebih kuat.
Jenis-Jenis Paragraf Berdasarkan Letak Gagasan Umumnya
Berdasarkan letak gagasan umumnya, paragraf terbagi ke dalam beberapa jenis, sebagai berikut.
Contoh:
1) Selama bulan Januari-oktober, 45% dari keselurauhan titik kebakaran terkonsentrasi di Provinsi Riau.
2) Kemudian pada bulan Oktober terjadi pada kenaikan jumlah titik kebakaran yang cukup signifikan di Provinsi Riau, Sumatera Barat, dan Jambi.
Pola-Pola Pengembangan Teks Eksposisi
Berikut pola yang dapat digunakan di dalam pengembangan teks eksposisi.
a. Pola umum khusus
Ide pokok teksnya ditempatkan pada awal paragraf yang kemudin diikuti oleh ide-ide penjelas. Pola demikian dikenal sebagai paragraf deduktif. Ide-ide penjelasnya merupakan perincian dari ide umum yang dikemukakan sebelumnya.
b. Pola khusus umum
Hal-hal yang berifat khusus diikuti oleh uraian yang bersifat umum. Bagian terakhir dari bagian teks ini berfungsi sebagai simpulan atau rangkuman dari pendapat-pendapat dari yang dikemukakan sebelumnya.
c. Pola ilustrasi
Sebuah gagasan yang terlalu umum memerlukan ilustrasi-ilustrasi konkret. Ilustasi-ilustrasi tersebut berfungsi untuk membuktikan suatu pendapat. dalam hal ini pengalman-pengalaman pribadi merupakan bahan ilustrasi yangpaling efektik dalam meyakinkankebenaran suatu gagasan.
d. Pola perbandingan
Untukmeyakinkan suatupendapat, kamu dapat melakukan suatu perbandigan. Benda-benda, keadaan, atau yang lain dtentukan perbedaan atau kesamaannya berdasrkan aspek tertentu. dengan cara demikian, keyakinan pembaca atas gagasan yang kita sampaikan akan lebih kuat.
Jenis-Jenis Paragraf Berdasarkan Letak Gagasan Umumnya
Berdasarkan letak gagasan umumnya, paragraf terbagi ke dalam beberapa jenis, sebagai berikut.
A. Paragraf Deduktif
Paragraf deduktif adalah paragraf yang letak kalimat utamanya terletak di awal paragraf, gagasan utama itu dinyatakan dalam kalimat utama. Diawali dengan pernyataan umum dan di susul dengan penjelasan umum.
Contoh paragraf deduktif :
Di Jawa Barat salah satu komoditas unggulannya adalah perkebunan teh. Perkebunan teh banyak terdapat di daerah pegunungan seperti di daerah Ciwidey. Banyak manfaat yang terkandung di dalam teh seperti menyehatkan badan, menghilangkan rasa stress dan dapat pula dijadikan lahan penghasilan.
B. Paragraf Induktif
Paragraf Induktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak di akhir paragraf.
Contoh paragraf induktif :
Seiring dengan berkembangnya teknologi, di negara Jepang telah membuat terobosan baru untuk membantu kenyamanan para pasien di rumah sakit dengan membuat sebuah robot kucing. Robot ini bisa menghibur pasien dan pengunjung dengan cara mengambilkan air minum dan membawakan barang-barang yang tidak terlalu berat. Robot ini dapat mengisi energinya dengan cara mencharger dirinya sendiri. Robot tersebut dinamai Cute Catty Robot.
C. Paragraf Deduktif-Induktif
Paragraf Deduktif-Induktif atau paragraf campuran yaitu paragraf yang kalimat utamanya berada di awal dan di akhir paragraf. Dalam paragraf ini terdapat dua kalimat utama.
Contoh Paragraf Deduktif-Induktif :
Banyak sekali transportais yang menjamur di Ibukota seperti mobil,motor,kereta api,bus transjajarta,pesawat,kapal laut dll. Tetapi ada salah satu alat transportasi yang melegenda yaitu bajaj. Si orange beroda tiga ini sedang mengalami peremajaan oleh pemkot DKI. Agar tidak menimbulokan polusi udara dan polusi suara, pemkot DKI mengganti bahan bakarnya dengan yang lebih ramah lingkungan yaitu dengan bahan bakar gas.
Paragraf deduktif adalah paragraf yang letak kalimat utamanya terletak di awal paragraf, gagasan utama itu dinyatakan dalam kalimat utama. Diawali dengan pernyataan umum dan di susul dengan penjelasan umum.
Contoh paragraf deduktif :
Di Jawa Barat salah satu komoditas unggulannya adalah perkebunan teh. Perkebunan teh banyak terdapat di daerah pegunungan seperti di daerah Ciwidey. Banyak manfaat yang terkandung di dalam teh seperti menyehatkan badan, menghilangkan rasa stress dan dapat pula dijadikan lahan penghasilan.
B. Paragraf Induktif
Paragraf Induktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak di akhir paragraf.
Contoh paragraf induktif :
Seiring dengan berkembangnya teknologi, di negara Jepang telah membuat terobosan baru untuk membantu kenyamanan para pasien di rumah sakit dengan membuat sebuah robot kucing. Robot ini bisa menghibur pasien dan pengunjung dengan cara mengambilkan air minum dan membawakan barang-barang yang tidak terlalu berat. Robot ini dapat mengisi energinya dengan cara mencharger dirinya sendiri. Robot tersebut dinamai Cute Catty Robot.
C. Paragraf Deduktif-Induktif
Paragraf Deduktif-Induktif atau paragraf campuran yaitu paragraf yang kalimat utamanya berada di awal dan di akhir paragraf. Dalam paragraf ini terdapat dua kalimat utama.
Contoh Paragraf Deduktif-Induktif :
Banyak sekali transportais yang menjamur di Ibukota seperti mobil,motor,kereta api,bus transjajarta,pesawat,kapal laut dll. Tetapi ada salah satu alat transportasi yang melegenda yaitu bajaj. Si orange beroda tiga ini sedang mengalami peremajaan oleh pemkot DKI. Agar tidak menimbulokan polusi udara dan polusi suara, pemkot DKI mengganti bahan bakarnya dengan yang lebih ramah lingkungan yaitu dengan bahan bakar gas.
Tujuan
Mengabarkan atau memberikan pengertian dengan gaya yang singkat, padat, dan jelas.
Ciri-ciri
Gaya informasinya perluasan atau mengajak
Penyampaian teks ya secara lugas, jelas, dengan bahasa baku
Bersifat tidak memihak atau tidak memaksakan kemauan penulis terhadap pembacanya
Netral, objektif, akurat, dan terpecaya
Menyajikan sebuah fakta yang digunakan sebagai alat kontras an kontribusi
Struktur Teks Eksposisi
a. Tesis, yakni pengenalan isu, masalah ataupun pandangan penulis secara umum tentang topik yang kan dibahasnya.
b. Rangkaian argumen, berupa sejumlah pendapat atau argumen penulis sebagai penjelasan atas tesis yang dikemukakan sebelumnya. Pada bagian ini dikemukakan pula seolah fakta yang memperkuat argumen-argumen penulis.
c. Penegasan ulang, sebagai perumusan kembali secara ringkas. Bagian ini sering pula disebut penutup atau simpulan.
Jenis-jenis
Eksposisi Definisi
Eksposisi Proses
Eksposisi Ilustrasi
Eksposisi Laporan
Eksposisi Perbandingan
Eksposisi Pertentangan
Kaidah Teks Eksposisi
-Menggunakan kata-kata teknis atau peristilahan yang berkenaan dengan topik yang dibahas.
-Menggunakan kata-kata yang menunjukkan hubungan argumentasi (kausalitas). Misalnya : jika, sebab, karena, dengan demikian, akibatnya, oleh karena itu. Selain itu, dapat pula digunakan kata-kata yang menyatakan hubungan kronologis(keterangan waktu) ataupun kata-kata yang menyatakan perbandingan/pertentangan, seperti : sebelum itu, kemudian, pada akhirnya, sebaliknya, beberapa halnya, namun.
-Menggunakan kata kerja mental (mental verba), seperti : diharapkan, memprihatinkan, memperkirakan, mengagumkan, menduga, berpendapat, berasumsi, dan menyimpulkan.
-Menggunakan kata-kata perujukan, seperti : berdasarkan data...., merujuk pada pendapat...
Menggunakan kata-kata persuasif, seperti : hendaklah, sebaiknya, diharapkan, perlu, harus. Selain itu, teks eksposisi lebih sering menggunakan kata-kata denotatif, yakni kata yang bermakna sebenarnya.
Menyajikan Teks Eksposisi
Langkah-langkah penyajiannya sebagai berikut.
a. Menentukan isu ataupun masalah yang akan dibahas.
b. Membaca berbagai sumber yang berkaitan dengan isu yang dipilih; melakukan sejumlah pengamatan lapangan.
c. Mendaftar topik-topik yang berkaitan dengan isu, berdasrkan hasil-hasil membaca dan langkah-langkah pengamatan.
Kegiatan Penyuntingan
Langkah penyuntingan merupakan langkah pascapenulisan suatu teks. Langkah tersebut bertujuan untuk bertujuan untuk memperoleh tulisan yang lebih baik. Unsur-unsur yang perlu disunting dalam teks eksposisi berkenaan dengan aspekisi, struktur, dan kaidah bahasa.
a. Aspek isi terkait dengan dengan daya tarik isu, kelugasan argumen, dan kelengkapan fakta.
b. Aspek strukturpenyajian terkait dengan kelengkapan dan ketepatan susunan antaragian teks.
c. Aspek kaidah kebahasaan, terkait dengan ketepatan penggunaan kata sesuai dengan karakteristik dari teks eksposisi.
Menyajikan Teks Eksposisi
Langkah-langkah penyajiannya sebagai berikut.
a. Menentukan isu ataupun masalah yang akan dibahas.
b. Membaca berbagai sumber yang berkaitan dengan isu yang dipilih; melakukan sejumlah pengamatan lapangan.
c. Mendaftar topik-topik yang berkaitan dengan isu, berdasrkan hasil-hasil membaca dan langkah-langkah pengamatan.
Kegiatan Penyuntingan
Langkah penyuntingan merupakan langkah pascapenulisan suatu teks. Langkah tersebut bertujuan untuk bertujuan untuk memperoleh tulisan yang lebih baik. Unsur-unsur yang perlu disunting dalam teks eksposisi berkenaan dengan aspekisi, struktur, dan kaidah bahasa.
a. Aspek isi terkait dengan dengan daya tarik isu, kelugasan argumen, dan kelengkapan fakta.
b. Aspek strukturpenyajian terkait dengan kelengkapan dan ketepatan susunan antaragian teks.
c. Aspek kaidah kebahasaan, terkait dengan ketepatan penggunaan kata sesuai dengan karakteristik dari teks eksposisi.
Demikian post kali ini, semoga bermanfaat.








Buk mbe ka anuk jk golongan debat dan teks eksposisi
BalasHapusNanti kita bahas bersama
HapusOk buk
Hapus