Situs Pendidikan Bahasa Indonesia

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

BAB 7: Berbahasa Persuasif

                     Berbahasa Persuasif

Asslamualaikum wr.wb. Selamat datang diblog Pendidikan Bahasa Indonesia. Pada kesempatan kali ini disemester 2 saya akan mengepost materi bab 7 tentang Berbahsa Persuasif. Selamat menyimak.
Kalimat Persuasif – Pengertian, Ciri, Paragraf, Syarat, Langkah, Contoh : Istilah persuasif merupakan alihan bentuk kata persuation dalam bahasa Inggris. Bentuk kata persuation diturunkan dari kata persuade yang artinya membujuk atau meyakinkan. Jadi paragraf persuasif adalah paragraf yang isinya menyatakan suatu ajakan, bujukan, atau himbauan terhadap sesuatu dengan harapan agar pembaca mau mengikuti apa yang dilontarkan oleh penulis.

Pengertian Kalimat Persuasif


Kalimat persuasif dalam hal ini bersifat membujuk, mungkin kalian bertanya-tanya apa sih pengertian dari kalimat persuasif…?? Kalimat persuasif ialah kalimat yang dalam hal ini bertujuan untuk meyakinkan serta membujuk orang lain supaya mau mengikuti atau membeli produk yang diiklankan.

Ciri-Ciri Kalimat Persuasif

Untuk hal ini suatu kalimat dapat dikatakan kalimat persuasif apabila memiliki beberapa cirri-ciri sebagai berikut yang antaranya yaitu:
  • Kalimat persuasif bersifat ajakan.
  • Karena hamper sama dengan kalimat perintah, kalimat persuasi menggunakan tanda seru.
  • Kalimat persuasi biasa digunakan dalam bahasa-bahasa iklan, slogan, himbauan dan lain-lain.
  • Kalimat persuasi sering menggunakan kata-kata persuasif, diantaranya ialah ayo, marilah, dan lain-lain.
  • Kalimat persuasif ditulis dengan sangat menarik, bahkan diberi rima yang sehingga orang-orang yang membacanya pun akan selalu mengingatnya.

Contoh Kalimat Persuasif

Ada beberapa contoh kalimat persuasif, perhatikan kalimat berikut ini:
  • Buang sampah pada tempatnya!
  • Olahragalah sampah pada tempatnya!
  • Olahraga yang teratur!
  • Ayo berolahraga dengan teratur!

Kalimat nomor 2 dan 4 merupakan kalimat persuasif karena bersifat ajakan dan bukan hanya menyuruh secara langsung seperti pada kaoimat nomor 1 dan 3, sedangkan kalimat nomor 1 dan 3 disebut juga dengan kalimat perintah.

Supaya pembaca mengikuti apa yang disampaikan di dakam kalimat tersebut, biasanya kalimat persuasif diikuti dengan kalimat-kalimat pendukung yang kuat, sehingga pembaca atau pendengar mun akan merasa yakin dan melakukannya. Dan kalimat persuasif dan kalimat-kalimat penjelas tersebut akan membentuk suatu paragraf yang disebut dengan paragraf persuasif.

Langkah-Langkah Penulisan Paragraf Persuasif

Adapun langkah-langkah menulis paragraf persuasif sebagai berikut.
  • Menentukan topik karangan.
  • Mengumpulkan data.
  • Menyusun kerangka paragraf.
  • Mengembangkan kerangka paragraf.
Demikian ngepost saya kali ini, terimakasih dan semoga bermanfaat.
Share:

BAB 6: Ulasan Karya Kita

                      Ulasan Karya Kita

Selamat datang diblog Pendidikan Bahasa Indonesia, kali ini tepatnya pada semester 2 kelas VIII pada kurikulum 2013 kita  akan membahas tentang teks ulasan drama atau film. Nah disini saya akan menjelaskan apa itu teks ulasan, sekaligus dengan ciri-ciri, kaidah kebahasaan,  stuktur teks ulasan, serta contohnya. Untuk yuk simak pembahasannya

Pengertian Teks Ulasan
Teks ulasan adalah suatu teks yang berisi ulasan, penilaian atau review terhadap suatu karya seperti film, drama, atau sebuah buku. Teks ulasan disebut juga dengan resensi. Ketika mengulas suatu karya, pengulas harus bersikap kritis agar hasil ulasannya dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan karya tersebut.


Adapun tujuan teks ulasan untuk menunjukan sudut pandang atau keberpihakan penulis terhadap suatu hal atau atau karya sementara.

Ciri-ciri Teks Ulasan

Yang membedakan teks ulasan dengan teks cerita sejarah maupun teks lain adalah di dalamnya mempunyai ciri-ciri:
  1. Strukturnya terdiri atas: Orientasi, Tafsiran, Evaluasi, dan Rangkuman.
  2. Memuat informasi berdasarkan pandangan atau opini penulis terhadap suatu karya atau produk .
  3. Opininya berdasarkan fakta yang di-interpretasi-kan.
  4. Dikenal dengan istilah lain yaitu resensi.

Struktur Teks Ulasan

Ada 4 hal yang menyusun sebuah teks ulasan sehingga teks tersebut menjadi utuh. Berikut ini struktur teks ulasan:
1. Orientasi
Berisi pengenalan tentang gambaran umum mengenai sebuah karya (drama dan film) yang akan di review atau ulas. Sehingga membuat pembaca mengetahui mengenai apa yang akan di-ulas.
2. Tafsiran
Berisi gambaran detail mengenai sebuah karya (film dan drama) yang di-ulas, contohnya: kualitas,keunikan, keunggulan, bagian karya, dan lainnya.
3. Evaluasi
Berisi pandangan dari pengulas terhadap hasil karya yang di-ulas. Dilakukan setelah melakukan tafsiran, sehingga pengulas bisa memberi bagian yang mempunyai nilai dan bagian yang kurang.
4. Rangkuman
Berisi kesimpulan dari ulasan terhadap suatu karya (drama dan film). Pengulas biasanya memberikan komentar apakah film atau drama yang baru saja di-ulas berkualitas atau tidak.

Kaidah Kebahasaan Teks Ulasan

Berikut ini kaidah kebahasaan yang terkandung dalam teks ulasan:
  1. Teks ulasan drama/film berisi penonjolan terhadap unsur-unsur karya seni yang hendak di-ulas.
  2. Menggunakan kata-kata opini atau persuasif
  3. Menggunakan konjungsi internal dan konjungsi eksternal
  4. Menggunakan ungkapan perbandingan (persamaan/perbedaan)
  5. Menggunakan kata kerja material dan kata kerja relasional

Contoh Teks Ulasan

  • Tenggelamnya Kapal Van Der Dijk

    Orientasi :
    Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk atau disingkat TKVDW merupakan adaptasi dari roman karya Buya Hamka yang kemudian difilmkan. Film ini dibintangi oleh beberapa artis berbakat seperti Herjunot Ali, Pevita Pearce, dan juga Reza Rahadian. Film ini rencananya akan rilis pada tanggal 19 Desember 2013 dan bisa langsung Anda tonton di bioskop-bioskop kesaangan Anda. Film yang disutradarai oleh Sunil Soraya ini sukses menjadi film yang cukup laris pada tahun 2013.

    Tafsiran :
    Dikisahkan, tahun 1930 Zainudin yang diperankan oleh Herjunot Ali berlayar dari tanah kelahirannya Makassar menuju ke Batipuh, Padang Panjang yang tidak lain adalah tempat kelahiran ayahnya. Ia bertemu dengan Hayati (Pevita Pearce) yang menjadi bunga persukuan di Minagnkabau. Zainuddin jatuh hati kepada Hayati dan kemudian memberikan kata-kata yang bisa membuat wanita terbawa dalam setiap kata yang dirangkai oleh Zainuddin.

    Setelah melihat alur romantisme dari film ini, selanjutnya penonton akan mulai diperlihatkan konflik-konflik yang mulai muncul, seperti ketika hubungan antara Zainuddin dan Hayati tidak disetujui oleh para ninik-mamak dan juga tetua suku karena dirasa Zainuddin masih belum mapan dan tidak memiliki darah Minang.
    Sebelum Zainuddin meninggalkan Batipuh, keduanya menuliskan sebuah ikrar setia akan menjalani hidup bersama suatu saat nanti. Tetapi kenyataan kembali datang pada Zainuddin ketika dalam sebuah pertunjukkan opera, ia bertemu dengan Hayati yang saat itu bersama dengan suaminya yaitu Aziz. Kisah cinta keduanya kini mengalami masa yang paling berat.

    Evaluasi :
    Film yang berdurasi 2,5 jam lebih ini memperlihatkan artistik dan properti ala tahun 1930-an. Namun kurang begitu meyakinkan kalau peristiwa itu terjadi pada tahun tersebut. Hal yang paling terasa adalah alur cerita yang terkesan lampat dan ada beberapa bagian yang tida kbegitu menarik sama sekali, seperti terlihat pada adegan ketika tokoh Zainuddin dan Hayati sedang surat menyurat. Akibatnya, konflik yang didapat kurang menarik, hanya sebagian saja yang naik, tapi kemudian menjadi datar. Penggunaan lagi Nidji pada backsound dirasa kurang pas untuk menyertai film ini, hal ini karena film ini bersetting pada tahun 1930-an sedangkan lagu tersebut terkesan modern.

    Special effect ketika kapal tenggelam dirasa biasa saja dan terkesan agak dipaksakan. Kita bisa melihat ketika kapal Titanic tenggelam, yaitu karena menabrak karang, berbeda dengan tenggelamnya kapal van der wijk ini yang tidak begitu jelas apa sebab tenggelamnya kapal tersebut.

    Rangkuman :
    Dengan mengesampingkan beberapa kekurangan tadi, film ini tetap menarik untuk ditonton. Penggunaan kata yang pas serta kostum yang apik dari Samuel Wattimena membuat film ini menjadi salah satu film terbaik tahun 2013 lalu. Penggunaan kalimat yang cenderung puitis membuat film ini menarik dan bisa Anda jadikan referrensi untuk ditonton bersama keluarga tercinta.
  • Demikian kali ini semoga bermaanfaat, terimakasih.
Share:

Postingan Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.