Menentukan Unsur-Unsur Iklan, Slogan, dan Poster
Selamat datang di blog Pendidikan Bahasa Indonesia, kali ini kami akan membagi materi tentang Iklan, Sarana komunikasi. Untuk itu selamat membaca.
Pengertian dan Fungsi Iklan, Slogan, dan Poster
Iklan secara bahasa adalah parirawara atau promosi atau pengenalan produk informasi barang dan jasa.
Iklan adalah kegiatan memberitahukan atau mengimformasikan suatu hal, barang atau jasa melalui mediamassa baik online maupun ofline. Media yang digunakan antara lain: televisi, radio, koran, majalah, internet, hp, poster, pamflet, brosur, spanduk dan sebagainya. Pengertian Iklan sering dikatakan sebagai sarana untuk menawarkan barang atau jasa kepada khalayak ramai.
Iklan tidak hanya merupakan bagian dari industri berskala besar, tetapi iklan sering digunakan untuk kepentingan" dibawah ini.
1. Bagi perusahan bisnis komersial untuk menjual barang dan jasa.
2. Bagi dunia perkantoran, untuk mendapatkan karyawan.
3. Bagi pemerintah, untuk menyebarkan informasi dan memberikan layanan kepada masyarakat.
4. Bagi orang perorangan, untuk membeli dan menjual barang-barang pribadi.
Slogan
Slogan adalah perkataan atau kalimat pendek yang dipakai sebagai dasar tuntunan (pegangan hidup); prinsip utama dari suatu usaha, organisasi, dan sebagainya. Slogan sering juga disebut moto atau semboyan. Slogan lebih mengutamakan keoadatan makna dan kehematan kata-kata.
Contoh:
-Berdiri sama tinggi duduk sama rendah (slogan tentang perlunya mengutamakan kesehahteraan antarsesama.)
-Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh (slogan tentang perlunya persatuan.)
Poster
Poster adalah plakat (kata-kata dan gambar) yang dipajang di tempat-tempat umum. Poster hampir sama dengan iklan, yakni pemberitahuan suatu ide, hal baru, atau hal penting kepada khalayak. Poster lazimnya di tempatkan di tempat-tempat umum. Poster hampir sama dengan iklan maupun slogan dalam hal bahasanya
Perbedaan Iklan, Slogan, dan Poster
Berdasarkan contoh-contoh sebelumnya tampak perbedaan antara iklan, slogan, dan poster. Berikut perbedaan ketiganya:
a. Iklan merupakan teks persuasif yang memadukan unsur gambar dengan kata- kata, unsur gerak, dan suara.
b. Slogan merupakan teks persuasif yang mengutamakan unsur-unsur kata-kata.
c. Poster merupakan teks persuasif yang mengutamakan kejuatan gambar dan kata-kata; dipajang di tempat-tempat umum.
Menyimpulkan informasi dan Pesan dalam Iklan
Unsur-unsur pembentuk Iklan Beberapa maksud iklan yang dimaksud untuk dipahami lebih lengkap berdasarkan unsur-unsur pembentuknya, yang meliputi:
a. Sumber adalah pemasang iklan,yang berinisiatif, penyandang dana dari pemasangan suatu iklan.
b. Pesan adalah informasi yang disampaikan. Wujudnya bisa berupa oesan verbal dan nonverbal.
c. Media adalah sarana yang digunakan, misalnya media cetak, elektronik dan sarana-sarana lainnya.
d. Penerima adalah individu atau kelompok masyarakat yang menjadi sasaran atau objek iklan.
e. Efek adalah perubahan yang terjadi pada diri penerima, baik itu dalam aspek sikap, pola pikir, prilaku, kebiasaan, dan pola hidup.
f. Umpan balik adalah tanggapan, reaksi atau responyang dikehendaki dari penerima pesan, misalnya dengan membeli produk yang ditawarkan dan menolak pemakaian narkoba.
Penyimpulan Maksud Suatu Iklan
Berdasarkan isinya, seperti yang telah dipelajari pada bahasan terdahulu, ada iklan pemberitahuan, iklan layanan masyarakat, dan iklan penawaran. Klasifikasi periklanan lainnya sebagai berikut.
a. Iklan strategis, digunakan untuk membangun merek ataupun cerita positif suatu perusahaan.
b. Iklan taktis, dirancang untuk mendorong konsumen agar segera nelakukan respons dengab merek tertentu. Pada umumnya iklan ini memberikan penawaran khusus jangka pendek yang memacu konsumen yang memberikan respons pada hari yang sama.
Iklan tidak hanya bertujuan untuk menawarkan produk. Iklan juga dturut berpengaruh dalam membentuk gaya hidup, kebiasaan, selera, dan jati diri seseorang dan masyarakat. Berikut tujuan atau fungsi iklan lainnya.
1. Fungsi informasional, iklan memberitahukan kepada konsumen tentang karakteristik suatu produk juga sebagai manfaat yang mereka peroleh.
2. Fungsi transformasional, iklan berusaha untuk mengubah sikap- sikap yang dimiliki okeh konsumen terhadap merek, pola-pola belanja, gaya hidup, teknik-teknik mencapai sukses.
Menelaah Pola,Struktur,dan Kaidah Kebahasaan Iklan
Setelah mempelajari materi ini,kamu diharapkan mampu :
Menelaah hubungan unsur, pola penyajian, dan kebahasaan teks iklan, slogan, atau poster dari berbagai sumber yang kamu bacadan kamu dengar.
Pola-pola Penyajian Iklan
Iklan dapat ditentukan dalam berbagai tempat dan sepanjang waktu. Iklan mungkin disajikan secara tertulis, misalnya melalui surat kabar, majalah, internet, ataupun media-media lainnya. Sementara itu, poster dapat ditemukan dalam bentuk pajangan di tempat-temat umum. Bentuk-bentuk iklan tersebut tentu saja memilili karakteristik masng-masing dalam pola penyajiannya.
a.
Iklan Media Cetak
Iklan di media cetak memiliki beberapamacam berdasarkan keluasaan ruang atau space-nya.
1) Ikla Baris adalah iklan yang pemasangannya berupa bari-baris. Teks yang disajikannya sangat terbatas. Tidakada gambar ataupun ilustrasi-ilustrasi dalam iklan ini. Teks pun banyak yang mengalami penyingkatan. Iklanbaris pada umumnya dimanfaatkan oleh perorangan atau perusahaan-perusahaan kecil
Perhatikan contoh berikut.
•
JUAL RMH SEMI VILLA LS 174 BT 4 BH KOLAM, AIR BAGUS, CCK UNTUK PERISTIRAHATAN HUB.3283799(TP)
•
DIJUAL TANAH LUAS 150 BT LOKASI OBJEK WISATA SITU GEDE HU. BPK YAYAN TLP 022 3221981
2) Iklan kolom adalah iklan yang dalam pemasangannya media berupa kolom-kolom. Oleh karena itu, bentuknya besar. Disamping menggunakan teks, iklan ini sering pula menyertakan gambar dan berbagai ilustrasi menarik lainnya. Selain itu, dikenal istilah iklan
display, yakni iklan memiliki ukuran lebih luas dibandingkan iklan kolom. Iklan
display merupakan iklan yang berisi hanya kata-kata dan gambar, foto, ataupun media-media grafis lainnya. Ada pula istilah iklan advertorial, yakni iklan yang sejenis iklan display. Contoh iklan advertorial yaitu iklan berkaitan dengan pelayanan jasa dan kesehatan, pengobatan alternatif, pengenalan perusahaan ataupun produk baru dengan informasi yang lebih kompleks.
b) Iklan Elektronik
Iklan elektronik merupakn iklan berbasis perangkat elektronik, yang mencakup beberapa unsur sebagai berikut.
1.
Iklan radio, iklan ini mengandalkan efek suara, baik itu berupa tuturan, musik, maupun bunyi-bunyi.
2.
Iklan televisi, iklan ini mengandung unsur suara, gambar, dan gerak.
3.
Iklan film, iklan film yang tersaji dalam judul film (produk sinema). Iklan film biasanya muncul sebelum film utama diputar.
Menurut isinya iklan diklasifikasikan dalam tiga jenis, yakni sebagai berikut
a. Iklan pemberitahuan
Iklan ini lebih terfokus pada kepentingan untuk memberitahu khalayak mengenai suatu hal, baik itu yang berupa peristiwa, keadaan, atau hal lainnya. Iklan jenis ini dipasang oleh perorangan atau suatu keluarga. Namun, ada pula yang dipasang oleh perusahaan-perusahaan, misalnya yang berupa pemberitahuan pembubaran perusahaan, rapat pemegang saham.
b. Iklan layanan masyarakat
Iklan ini bertujuan memberikan penerangan atau penjelasan kepada masyarakat. Contohnya, iklan keluarga berencana dan iklan bahaya narkotika. Pengguan oklan ini umumnya pemerintah dan lembaga swadaya masyarakt (LSM).
c. Iklan penawaran
Iklan ini bertujuan untuk menawarkan produk atau jasa. Iklan penawaran jasa, disebut juga iklan niaga dan iklan lowongan kerja.
Struktur Teks Iklan
Perhatikan kembali iklan-iklan yang tersaji pada pembelajaran sebelumnya. Tampak pada iklan-iklan tersebut bagian-bagian berikut.
a. Pengenalan produk. Bagian ini dapat pula disebut sebagai judul teks.
b. Penyataan persuasif, berisi penytaan yang mendorong pembaca atau pendengar berbuat sesuatu. Bagian ini biasanya beruoa pernyataan tentang kelebihan produk yang ditawarkan.
Selain itu, dalam iklan sering disajikan pula slogan, gambar-gambar produk, serta nama dan logo perusahaan.
1) Slogan, Misalnya: "Membangun perpustakaan, membangun peradaban utama".
2) Gambar dan logo perusahaan atau nama produk. Misalnya: Gambar tumpukan buku.
Menulis Iklan
Langkah-langkah Penulisan
a. Mulailah iklan dengan pernyataan yang menarik perhatian khalayak, yakni berfokus pada kepentingan atau masalah yang mereka hadapi. Misalnya, jika bermaksud menjual obat (jerawat), gunakanlah pernyatan seperti berikut, "Wajah Anda Berjerawat?" Jika akan menjual produk pelangsing, pernyataan pendahuluannya bisa seperti berikut, "Anda ingin menurunkan berat badan?"
b. Menawarkan solusi
Misalnya, untuk masalah jerawat, kamu dapat mengajukan kalimat tawaran seperti berikut: "Ramuan 'Jamu Cantik' mengurangi dan melenyapkan jerawat dalam waktu tiga pulih hari dan Anda Kembali tampil Cantik."
c. Menunjukkan bukti
Yang perlu khalayak sesungguhnya adalah bukti. Dalam membuat iklan, tidak boleh sekadar menyampaikan janji-janji. Agar mereka lebih yakin, tunjukkanlah bukti bahwa soslusi kamu bernar dan sesuai dengan harapan mereka.
Berikut contoh-contohnya.
a. Jerawat Anda akan sembuh dalam 30 hari atau uang kembali. Ada 11.500 orang yang wajahnya kembali putih berseri setelah menggunakan produk kami ini.
b. Riset memperlihatakan bahwa berat badan orang-orang turun sekitar 13 kg setelah mengguanakan metode ini
Penyuntingan Iklan
Dalam penyuntingan iklan hampir sama dengan kegiatan dalam mengevaluasi. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang pernah kamu ajukan di dalam kegiatan tersebut dapat kembali kamu gunakan, sebagai berikut.
1. Apakah iklan itu berstruktur dengan lengkap?
2. Apakah informasi yang disampaikannya mudah dipahami?
3. Apakah kata-katanya ringkas dan persuasif?
4. Apakah ilustrasinya memikat?
5. Apakah iklan itu sudah sesuai produk yang dijual serta sesuai dengan khalayak sasarannya?
Demikian dan terimakasih, semoga bermanfaat.